وَالْفَرَائِضِ وَمُصْطَلَحِ الْحَدِيثِ وَالنَّحْوِ وَالصَّرْفِ.
وَكَانَتْ لِفَضِيلَةِ الشَّيْخِ مَنْزِلَةٌ عَظِيمَةٌ عِنْدَ شَيْخِهِ - رَحِمَهُ اللَّهُ -، فَعِنْدَمَا انْتَقَلَ وَالِدُ الشَّيْخِ مُحَمَّدٍ - رَحِمَهُ اللَّهُ - إِلَى الرِّيَاضِ إِبَّانَ أَوَّلِ تَطَوُّرِهِ رَغِبَ فِي أَنْ يَنْتَقِلَ مَعَهُ وَلَدُهُ - الشَّيْخُ - رَحِمَهُ اللَّهُ، فَكَتَبَ لَهُ الشَّيْخُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ السَّعْدِيُّ - رَحِمَهُ اللَّهُ -: «إِنَّ هَذَا لَا يُمْكِنُ، نُرِيدُ مُحَمَّدًا أَنْ يَمْكُثَ هُنَا حَتَّى يَسْتَفِيدَ».
(Beliau mempelajari tauhid, tafsir, hadis, fiqih, ushul fiqih), ilmu faraidh (ilmu waris), musthalahul hadits, nahwu, dan sharaf.
Syaikh Muhammad memiliki kedudukan yang tinggi di hati gurunya, Syaikh Abdurrahman As-Sa’di - semoga Allah merahmatinya. Ketika ayah Syaikh Muhammad pindah ke Riyadh di awal masa perkembangannya, ayah beliau ingin membawa Syaikh Muhammad bersamanya. Namun, Syaikh As-Sa’di menulis surat yang menyatakan, “Hal itu tidak mungkin. Kami ingin Muhammad tetap di sini agar dapat mengambil manfaat.”
وَيَقُولُ فَضِيلَةُ الشَّيْخِ - رَحِمَهُ اللَّهُ -: «إِنَّنِي تَأَثَّرْتُ بِهِ كَثِيرًا فِي طَرِيقَةِ التَّدْرِيسِ وَعَرْضِ الْعِلْمِ وَتَقْرِيبِهِ لِلطُّلَّابِ بِالْأَمْثِلَةِ وَالْمَعَانِي، وَكَذَلِكَ أَيْضًا تَأَثَّرْتُ بِهِ مِنْ نَاحِيَةِ الْأَخْلَاقِ، لِأَنَّ الشَّيْخَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ - رَحِمَهُ اللَّهُ - كَانَ عَلَى جَانِبٍ كَبِيرٍ مِنَ الْأَخْلَاقِ الْفَاضِلَةِ، وَكَانَ - رَحِمَهُ اللَّهُ - عَلَى قَدْرٍ كَبِيرٍ فِي الْعِلْمِ وَالْعِبَادَةِ، وَكَانَ يُمَازِحُ الصَّغِيرَ، وَيَضْحَكُ إِلَى الْكَبِيرِ، وَهُوَ مِنْ أَحْسَنِ مَنْ رَأَيْتُ أَخْلَاقًا».
Syaikh Muhammad berkata:
“Saya sangat terpengaruh oleh metode pengajaran Syaikh Abdulrahman, cara beliau menyampaikan ilmu, dan mendekatkannya kepada murid dengan menggunakan contoh dan penjelasan yang sederhana. Saya juga terinspirasi oleh akhlak beliau. Syaikh Abdulrahman adalah seorang yang memiliki akhlak yang sangat mulia, ilmu yang mendalam, serta ibadah yang tekun. Beliau sering bercanda dengan anak-anak dan tersenyum kepada orang dewasa. Beliau adalah salah satu orang terbaik yang pernah saya temui dalam hal akhlak.”
“Saya sangat terpengaruh oleh metode pengajaran Syaikh Abdulrahman, cara beliau menyampaikan ilmu, dan mendekatkannya kepada murid dengan menggunakan contoh dan penjelasan yang sederhana. Saya juga terinspirasi oleh akhlak beliau. Syaikh Abdulrahman adalah seorang yang memiliki akhlak yang sangat mulia, ilmu yang mendalam, serta ibadah yang tekun. Beliau sering bercanda dengan anak-anak dan tersenyum kepada orang dewasa. Beliau adalah salah satu orang terbaik yang pernah saya temui dalam hal akhlak.”
قَرَأَ عَلَى سَمَاحَةِ الشَّيْخِ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ بَازٍ، حَيْثُ يُعْتَبَرُ شَيْخَهُ الثَّانِي، فَابْتَدَأَ عَلَيْهِ قِرَاءَةَ صَحِيحِ الْبُخَارِيِّ وَبَعْضِ رَسَائِلِ شَيْخِ الْإِسْلَامِ ابْنِ تَيْمِيَّةَ وَبَعْضِ الْكُتُبِ الْفِقْهِيَّةِ.
(Hubungannya dengan Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz)
Syaikh Muhammad juga belajar kepada Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz, yang dianggap sebagai guru kedua beliau. Beliau memulai dengan mempelajari kitab Shahih Bukhari, beberapa risalah karya Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, dan beberapa kitab fiqih.
Syaikh Muhammad juga belajar kepada Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz, yang dianggap sebagai guru kedua beliau. Beliau memulai dengan mempelajari kitab Shahih Bukhari, beberapa risalah karya Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, dan beberapa kitab fiqih.
وَيَقُولُ الشَّيْخُ: «تَأَثَّرْتُ بِالشَّيْخِ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ بَازٍ - حَفِظَهُ اللَّهُ - مِنْ جِهَةِ الْعِنَايَةِ بِالْحَدِيثِ، وَتَأَثَّرْتُ بِهِ مِنْ جِهَةِ الْأَخْلَاقِ أَيْضًا وَبَسْطِ نَفْسِهِ لِلنَّاسِ».
Syaikh Muhammad berkata:
“Saya terinspirasi oleh perhatian Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz terhadap ilmu hadis. Saya juga belajar dari beliau tentang akhlak yang baik dan keramahannya terhadap masyarakat.”
“Saya terinspirasi oleh perhatian Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz terhadap ilmu hadis. Saya juga belajar dari beliau tentang akhlak yang baik dan keramahannya terhadap masyarakat.”
فِي عَامِ ١٣٧١ه، جَلَسَ لِلتَّدْرِيسِ فِي الْجَامِعِ، وَلَمَّا فُتِحَتِ الْمَعَاهِدُ الْعِلْمِيَّةُ فِي الرِّيَاضِ، الْتَحَقَ بِهَا عَامَ ١٣٧٢ه.
Aktivitas Belajar dan Mengajar
Pada tahun 1371 H, beliau mulai mengajar di masjid. Ketika dibuka institut-institut ilmu di Riyadh pada tahun 1372 H, beliau bergabung dengan salah satu institut tersebut.
Pada tahun 1371 H, beliau mulai mengajar di masjid. Ketika dibuka institut-institut ilmu di Riyadh pada tahun 1372 H, beliau bergabung dengan salah satu institut tersebut.
وَيَقُولُ الشَّيْخُ - رَحِمَهُ اللَّهُ -: «دَخَلْتُ الْمَعْهَدَ الْعِلْمِيَّ مِنَ السَّنَةِ الثَّانِيَةِ، وَالْتَحَقْتُ بِهِ بِمَشُورَةٍ مِنَ الشَّيْخِ عَلِي الصَّالِحِي، وَبَعْدَ أَنْ اسْتَأْذَنْتُ مِنَ الشَّيْخِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّعْدِي - عَلَيْهِ رَحْمَةُ اللَّهِ. وَكَانَ الْمَعْهَدُ الْعِلْمِيُّ فِي ذَلِكَ الْوَقْتِ يَنْقَسِمُ إِلَى قِسْمَيْنِ: خَاصٍّ وَعَامٍّ، فَكُنْتُ فِي الْقِسْمِ الْخَاصِّ».
Syaikh Muhammad berkata:
“Saya masuk institut ilmu pada tahun kedua atas saran dari Syaikh Ali As-Salihi, setelah mendapat izin dari Syaikh Abdulrahman As-Sa’di - semoga Allah merahmatinya. Pada waktu itu, institut tersebut terbagi menjadi dua bagian: khusus dan umum. Saya berada di bagian khusus.”
“Saya masuk institut ilmu pada tahun kedua atas saran dari Syaikh Ali As-Salihi, setelah mendapat izin dari Syaikh Abdulrahman As-Sa’di - semoga Allah merahmatinya. Pada waktu itu, institut tersebut terbagi menjadi dua bagian: khusus dan umum. Saya berada di bagian khusus.”
Saran & Kritik Terjemahan : 081380712728 (Buletin Fawaid)
