وَمِنْهَا الدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ فِي الْمَجَالِسِ الْخَاصَّةِ، فَإِذَا جَلَسَ الْإِنْسَانُ فِي مَجْلِسٍ فِي دَعْوَةٍ مَثَلًا، فَهَذَا مَجَالٌ لِلدَّعْوَةِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَلَكِنْ يَنْبَغِي أَنْ تَكُونَ عَلَى وَجْهٍ لَا مَلَلَ فِيهِ وَلَا إِثْقَالَ، وَيَحْصُلُ هَذَا بِأَنْ يَعْرِضَ الدَّاعِيَةُ مَسْأَلَةً عِلْمِيَّةً عَلَى الْجَالِسِينَ، ثُمَّ تَبْتَدِئُ الْمُنَاقَشَةُ. وَمَعْلُومٌ أَنَّ الْمُنَاقَشَةَ وَالسُّؤَالَ وَالْجَوَابَ لَهُ دَوْرٌ كَبِيرٌ فِي فَهْمِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ وَتَفْهِيمِهِ، وَقَدْ يَكُونُ أَكْثَرَ فَعَالِيَّةً مِنْ إِلْقَاءِ خُطْبَةٍ أَوْ مُحَاضَرَةٍ إِلْقَاءً مُرْسَلًا كَمَا هُوَ مَعْلُومٌ.
Di antaranya (dakwah kepada Allah) adalah dakwah kepada Allah dalam majelis-majelis khusus. Ketika seseorang duduk dalam suatu majelis di sebuah undangan misalnya, ini adalah kesempatan untuk berdakwah kepada Allah عز وجل, namun hendaknya dilakukan dengan cara yang tidak membosankan dan tidak memberatkan. Ini bisa dicapai dengan cara pendakwah mengajukan suatu masalah ilmiah kepada hadirin, kemudian memulai diskusi. Sudah maklum bahwa diskusi dan tanya jawab memiliki peranan yang besar dalam memahami dan memahamkan apa yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, dan mungkin lebih efektif daripada menyampaikan khutbah atau ceramah secara langsung sebagaimana diketahui.
وَالدَّعْوَةُ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ هِيَ وَظِيفَةُ الرُّسُلِ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ وَطَرِيقَةُ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، فَإِذَا عَرَفَ الْإِنْسَانُ مَعْبُودَهُ وَنَبِيَّهُ وَدِينَهُ، وَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِ بِالتَّوْفِيقِ لِذَلِكَ، فَإِنَّ عَلَيْهِ السَّعْيَ فِي إِنْقَاذِ إِخْوَانِهِ بِدَعْوَتِهِمْ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَلِيُبَشِّرْ بِالْخَيْرِ. قَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِعَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَوْمَ خَيْبَرَ:
«انْفُذْ عَلَى رِسْلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ، ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ، وَأَخْبِرْهُمْ بِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حَقِّ اللَّهِ تَعَالَى فِيهِ، فَوَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ» (١) مُتَّفَقٌ عَلَى صِحَّتِهِ.
Dakwah kepada Allah عز وجل adalah tugas para rasul alaihimus shalatu was salam dan metode orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Jika seseorang telah mengenal Rabb-nya, nabinya, dan agamanya, serta Allah menganugerahkan taufik kepadanya untuk itu, maka wajib baginya berusaha menyelamatkan saudara-saudaranya dengan mendakwahi mereka kepada Allah عز وجل, dan hendaknya dia memberikan kabar gembira. Nabi ﷺ bersabda kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu pada perang Khaibar:
'Pergilah dengan tenang sampai kamu tiba di tempat mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam, dan beritahukan kepada mereka kewajiban mereka terhadap Allah Ta'ala. Demi Allah, jika Allah memberi hidayah melalui kamu kepada satu orang saja, itu lebih baik bagimu daripada unta merah (harta paling berharga)' (1) (Muttafaq 'alaih).
وَيَقُولُ ﷺ فِيمَا رَوَاهُ مُسْلِمٌ:
«مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا» (٢).
Beliau ﷺ juga bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Muslim:
'Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, dia akan mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun' (2).
وَقَالَ ﷺ فِيمَا رَوَاهُ مُسْلِمٌ أَيْضًا:
«مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ» (٣).
Beliau ﷺ juga bersabda dalam hadits riwayat Muslim lainnya:
'Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya' (3).
(١) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ، كِتَابُ الْجِهَادِ، بَابُ: دُعَاءُ النَّبِيِّ ﷺ إِلَى الْإِسْلَامِ وَالنُّبُوَّةِ. وَمُسْلِمٌ، كِتَابُ فَضَائِلِ الصَّحَابَةِ، بَابُ: فَضَائِلُ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ -.
(٢) مُسْلِمٌ، كِتَابُ الْعِلْمِ، بَابُ: مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً أَوْ سَيِّئَةً.
(٣) مُسْلِمٌ، كِتَابُ الْإِمَارَةِ، بَابُ: فَضْلُ إِعَانَةِ الْغَازِي فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِمَرْكُوبٍ وَغَيْرِهِ.
(1) Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab "Al-Jihad", bab: "Dakwah Nabi ﷺ kepada Islam dan Kenabian". Dan Muslim dalam kitab "Keutamaan Para Sahabat", bab: "Keutamaan Ali bin Abi Thalib - radhiyallahu 'anhu-".
(2) Muslim, kitab "Al-'Ilm" (Ilmu), bab: "Barangsiapa Mencontohkan Tradisi Baik atau Buruk".
(3) Muslim, kitab "Al-Imarah" (Kepemimpinan), bab: "Keutamaan Membantu Pejuang di Jalan Allah dengan Kendaraan atau yang Lainnya".
Saran & Kritik Terjemahan : 081380712728 (Buletin Fawaid)