الرَّحْمَنِ (١) الرَّحِيمِ (٢)
اِعْلَمْ (٣)
Ar-Rahman (1) Ar-Rahim (2)
Ketahuilah (3)
{وَمَا فِي الْأَرْضِ وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ}
[سورة إبراهيم: الآيتان ٢-١].
“… dan apa yang ada di bumi, dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih.”
(QS. Ibrahim: 1-2).
لَا نَقُولُ إِنَّ لَفْظَ الجَلَالَةِ “اللَّهُ” صِفَةٌ، بَلْ نَقُولُ: هِيَ عَطْفُ بَيَانٍ، لِئَلَّا يَكُونَ لَفْظُ الجَلَالَةِ تَابِعًا تَبَعِيَّةَ النَّعْتِ لِلمَنْعُوتِ.
Kita tidak mengatakan bahwa lafaz “Allah” adalah sifat, melainkan kita menyebutnya sebagai ‘Athf Bayan (pelengkap penjelas), agar lafazh “Allah” tidak menjadi pengikut seperti sifat yang mengikuti kata benda yang disifatinya.
(١) الرَّحْمَنُ: اسْمٌ مِنَ الْأَسْمَاءِ الْمُخْتَصَّةِ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، لَا يُطْلَقُ عَلَى غَيْرِهِ. وَالرَّحْمَنُ مَعْنَاهُ الْمُتَّصِفُ بِالرَّحْمَةِ الْوَاسِعَةِ.
(1) Ar-Rahman: adalah salah satu nama yang khusus dimiliki Allah عز وجل. Nama ini tidak digunakan untuk selain-Nya. Maknanya adalah yang memiliki sifat rahmat yang luas.
(٢) الرَّحِيمُ: يُطْلَقُ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَلَى غَيْرِهِ، وَمَعْنَاهُ ذُو الرَّحْمَةِ الْوَاصِلَةِ. فَالرَّحْمَنُ ذُو الرَّحْمَةِ الْوَاسِعَةِ، وَالرَّحِيمُ ذُو الرَّحْمَةِ الْوَاصِلَةِ. فَإِذَا جُمِعَا صَارَ الْمُرَادُ بِالرَّحِيمِ الْمُوصِلَ رَحْمَتَهُ إِلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ، كَمَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:
(2) Ar-Rahim: dapat digunakan untuk Allah عز وجل dan selain-Nya. Artinya adalah yang memiliki sifat rahmat yang menyentuh (mengalir). Jadi, Ar-Rahman menunjukkan sifat rahmat yang luas, sementara Ar-Rahim menunjukkan sifat rahmat yang sampai kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, sebagaimana firman Allah:
{يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَشَاءُ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ}
[سورة العنكبوت: الآية ٢١].
“Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan merahmati siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.”
(QS. Al-Ankabut: 21).
(٣) الْعِلْمُ: هُوَ إِدْرَاكُ الشَّيْءِ عَلَى مَا هُوَ عَلَيْهِ إِدْرَاكًا جَازِمًا.
(3) Ilmu: adalah mengetahui sesuatu sebagaimana adanya dengan pengetahuan yang yakin.
وَمَرَاتِبُ الْإِدْرَاكِ سِتٌّ:
- الْأُولَى: الْعِلْمُ، وَهُوَ إِدْرَاكُ الشَّيْءِ عَلَى مَا هُوَ عَلَيْهِ إِدْرَاكًا جَازِمًا.
- الثَّانِيَةُ: الْجَهْلُ الْبَسِيطُ، وَهُوَ عَدَمُ الْإِدْرَاكِ بِالْكُلِّيَّةِ.
- الثَّالِثَةُ: الْجَهْلُ الْمُرَكَّبُ، وَهُوَ إِدْرَاكُ الشَّيْءِ عَلَى وَجْهٍ يُخَالِفُ مَا هُوَ عَلَيْهِ.
- الرَّابِعَةُ: الْوَهْمُ، وَهُوَ إِدْرَاكُ الشَّيْءِ مَعَ اِحْتِمَالِ ضِدٍّ رَاجِحٍ.
- الْخَامِسَةُ: الشَّكُّ، وَهُوَ إِدْرَاكُ الشَّيْءِ مَعَ اِحْتِمَالٍ مُسَاوٍ.
- السَّادِسَةُ: الظَّنُّ، وَهُوَ إِدْرَاكُ الشَّيْءِ مَعَ اِحْتِمَالِ ضِدٍّ مَرْجُوحٍ.
Tingkatan Pengetahuan:
- Ilmu: Mengetahui sesuatu sebagaimana adanya dengan pengetahuan yang yakin.
- Kebodohan Sederhana: Tidak mengetahui sesuatu sama sekali.
- Kebodohan Majemuk: Mengetahui sesuatu secara keliru, berbeda dari kenyataan.
- Prasangka: Mengetahui sesuatu dengan kemungkinan berlawanan yang lebih kuat.
- Keraguan: Mengetahui sesuatu dengan kemungkinan yang seimbang.
- Dugaan: Mengetahui sesuatu dengan kemungkinan berlawanan yang lebih lemah.
وَالْعِلْمُ يَنْقَسِمُ إِلَى قِسْمَيْنِ: ضَرُورِيٍّ وَنَظَرِيٍّ.
Ilmu terbagi menjadi dua jenis:
- Ilmu Daruri (pengetahuan langsung): Pengetahuan yang diperoleh tanpa memerlukan usaha berpikir.
- Ilmu Nazhari (pengetahuan teoritis): Pengetahuan yang memerlukan usaha berpikir dan penelitian.
